SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA, BERIKAN KOMENTAR ATAU ISILAH POLLING YANG TERSEDIA UNTUK LEBIH MENINGKATKAN ISI BLOG INI

Sabtu, 03 Juli 2010

Lingkungan, Kependudukan Dan Pembangunan

1.Manusia merupakan bagian dari ekosistem
 Manusia  salah satu komponen ekosistem, hidup dan berkembang pada hakekatnya tergantung, dipengaruhi dan mempengaruhi ekosistem.
 Manusia dapat hidup di dalam ekosistemnya karena ditopang secara kontinyu dan berimbang oleh komponen ekosistem yang lain.
 Manusia  bagian dari ekosistem, oleh karena itu perkembangan manusia yang yang melampaui perkembangan dan daya dukung ekosistem akan menyebabkan  hubungan yang tidak harmonis di dalam ekosistem  ekosistem akan rusak  tidak dapat lagi mendukung prikehidupan manusia lagi.
 Bila jumlah manusia besar diperlukan penggalian sumberdaya alam secara besar-besaran pula inilah yang menyebabkan permasalahan lingkungan hidup.

2.Dampak penting lingkungan dan jumlah penduduk
 Setiap rencana kegiatan yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan  wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan yang pelaksanaanya diatur dengan peraturan pemarintah.
 Sesuai dengan ketentuan tersebut studi kependudukan itu penting , sebab “ dampak penting “  ditentukan antara lain oleh jumlah manusia yang terkena dampak.
 Dampak lingkunagan suatu rencana kegiatan, yang penentuannya didasarkan pada jumlah manusia yang terkena dampak menjadi penting bila :
  1.manusia terkena dampak lingkungan tetapi tidak termasuk pada sasaran menikmati manfaat kegiatan yang direncanakan, jumlahnya sama atau bahkan jauh lebih besar dari jumlah manusia yang menikmati manfaat kegiatan tersebut.
  2.manusia yg terkena dampak lingkungan, baik yang termasuk maupun yg tidak dalam sasaran untuk menikmati manfaat rencana kegiatan, jumlahnya sama atau lebih besar dari jumlah manusia yang tidak akan terkena dampak, dalam wilayah dampak yg telah ditentukan menurut kerangka acuan bagi pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan.
  3.Modal dasar pembangunan
 Jumlah penduduk yang besar  modal dasar pembangunan  apabila dapat dibina dan dikerahkan sebagai tenaga kerja yang efektif.
 Tetapi harus disadari  bahwa hanya jumlah yang besar saja bukanlah suatu keberhasilan pembangunan.
 Masalah kependudukan  masalah yang serius bagi Negara berkembang seperti Indonesia maupun Negara maju yang telah maju sekalipun  menyangkut banyak segi, antara lain : ekonomi, social, politik, keamanan dan lingkungan.
 Masalah kependudukan erat hubungannya dengan manusia sebagai anggota masyarakat maupun perorangan (individu)  pengetahuan tentang kependudukan perlu diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat tidak terbatas pada ilmuwan saja.

 B.TANTANGAN MASALAH PEMBANGUNAN NASIONAL

 Hakekat pembangunan nasional  membangun manusia dan mayarakat Indonesia seutuhnya.
 Karena itu pembangunan harus mencakup kemajuan lahir dan batin di seluruh tanah air.
 Orientasi pembangunan pada pemerataan itu penting, karena pada dasarnya pembangunan akan lebih cepat dimanfaatkan oleh yang mampu, bermodal dan keahlian  meyebabkan melebarnya jurang pendapatan antara si kaya dan si miskin.
 Mengingat luasnya wilayah Indonesia dengan penduduk yang sangat besar  pembangunan yang dilakukan sangatlah kompleks.
 Pembangunan mengandung  unsur perubahan besar meliputi: struktur ekonomi, sosial, perubahan fisik wilayah, perubahan pola konsumsi, perubahan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, perubahan sistem nilai dan perubahan teknologi.
 Dalam pembangunan  sumberdaya alam harus dapat digunakan secara optimal  sehingga pembangunan harus seiring dengan pembanguna lingkungan.
  Tantangan pembangunan di Indonesia dipengaruhi oleh 4 faktor pokok yaitu:
1. perkembangan penduduk
2. perkembangan sumberdaya alam dan lingkungan
3. perkembangan teknologi dan ruang lingkup kebudayaan
4. perkembangan ruang lingkup internasional.
 

C. KEPENDUDUKAN INDONESIA

Ciri-ciri masalah kependudukan Indonesia
  Sudah sejak lama masyarakat Indonesia hidup dalam hubungan serba selaras dengan lingkungannya.
  Bagian terbesar manusia Indonesia hidup di pedesaan, sehingga mereka akrab dengan lingkungan alam dan hidup dengan semangat kekeluargaan dalam lingkungan sosial.
  Sungguhpun lingkungan hidup sebagai suatu sistem belum dikenal, namun masyarakat Indonesia sudah menerapkan pola hidup yang serasi dengan pengembangan lingkungan hidup.
  Secara ringkas ciri-ciri masalah kependudukan Indonesia adalah sebagai berikut:
  1.Jumlah penduduknya semakin bertambah. Jumlah penduduk yang besar akan memerlukan sumberdaya alam yang besar pula, dilain pihak sumberdaya alam terbatas, maka bagaimanapun pertumbuhan penduduk harus ditekan. 
  2.Sebagian besar penduduknya berusia muda. Jumlah berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi untuk penduduk yang berusia muda lebih besar terutama sandang, pangan, biaya pendidikan dll.Bagi Indonesia sebagai negara berkembang struktur penduduk muda merupakan beban nasional.
  3.Tidak tersebar merata di pulau-pulau. Sebagian penduduk Indonesia berkumpul di pulau Jawa (>50%). Walaupun program transmigrasi telah lama dijalankan, namun sampai sekarang belum dapat meratakan penduduk di antara pulau-pulau. Jumlah penduduk yang sangat padat ini (terutama dipulau Jawa) akan menimbulkan berbagai masalah yaitu:
a.terjadinya penyerobotan hutan
b.tanah kritis semakin meluas
c.erosi dan banjir sulit dikendalikan
d.urbanisasi secara besar-besaran yang akan memberikan dampak beruntun.
  4.Penghasilan sebagian besar penduduk di sektor pertanian. Besarnya penduduk yang hidup dari sktor pertanian akan meyebabkan tekanan penduduk terhadap lahan pertanian. Agar tekanan penduduk terhadap lahan pertanian kecil, maka jumlah penduduk yang hidup di sektor pertanian perlu dikurangi, dipindahkan ke sektor lain misalnya sektor industri.


Pertumbuhan Penduduk
  Masalah pertumbuhan pertumbuhan penduduk sesungguhnya tidaklah perlu dipersoalkan seandainya semua kebutuhan juga selalu tumbuh sesuai dengan pertumbuhan penduduk.
  Banyak faktor-faktor yang tidak dapat mengikuti pertumbuhan penduduk, antara lain : pangan dan sumber energi.
  Sungguhpun program Keluarga Berencana telah berhasil menurunkan tingkat kelahiran, namun penduduk Indonesia masih tetap bertambah, hal ini disebabkan besarnya penduduk usia muda dan tingkat kematian (terutama pada usia muda) turun lebih cepat dibandingkan dengan turunnya tingkat kelahiran.

Mobilisasi Penduduk
  Mobilisasi penduduk dibedakan menjadi dua yaitu: mobilisasi penduduk vertikal dan mobilisasi horizontal atau geografis.
  Mobilisasi penduduk vertikal merupakan perubahan sosial ekonomi dari penduduk.
  Mobilisasi penduduk horizontal meliputi semua gerakan penduduk yang melintasi batas wilayah tertentu (propinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan ) dalam waktu tertentu.
  Mobilisasi horizontal dapat dibedakan antara lain:
  1.mobilisasi permanen; disebut juga migrasi, yaitu: perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan maksud untuk menetap di daerah tujuan .
Dipandang dari kepadatan arus lalulintas, mobilisasi penduduk permanen menguntungkan. Tetapi di pandang dari segi lain mobilisasi permanen akan merugikan, terutama mobilisasi dari desa ke kota.
  2.mobilisasi nir permanen (sirkuler), yaitu gerakan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dengan tidak ada niatan menetap di wilayah tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar